garuda. puing. batu.jaket. tas. sepatu. bangku.pulpen. pensil. buku. kertas. mic. undian. botol minum.
garuda itu serasa mengolokku yang terus membenamkan muka di balik tas. dia mengejekku yang sedang terluka. mulutnya menyeringai sadis. ada kilatan dalam sepasang mata yang membuatku bergidik ngeri. bukannya memberi solusi, ia malah membuatku ingin segera berlari. lari dari semua realita.
ah aku jadi ingat nama salah satu calon adik tingkatku. nama yang mendengarnya tersenyum simpul. yang menyadarkan kita bahwa ini nyata dan benar adanya. takdir yang telah digariskan pada setiap adam dan hawa dan tentu saja yang ada di hadapan sang garuda. penuh angkuh ia tertawa. tanpa suara
garuda itu serasa mengolokku yang terus membenamkan muka di balik tas. dia mengejekku yang sedang terluka. mulutnya menyeringai sadis. ada kilatan dalam sepasang mata yang membuatku bergidik ngeri. bukannya memberi solusi, ia malah membuatku ingin segera berlari. lari dari semua realita.
ah aku jadi ingat nama salah satu calon adik tingkatku. nama yang mendengarnya tersenyum simpul. yang menyadarkan kita bahwa ini nyata dan benar adanya. takdir yang telah digariskan pada setiap adam dan hawa dan tentu saja yang ada di hadapan sang garuda. penuh angkuh ia tertawa. tanpa suara
Komentar
Posting Komentar