di balik puing itu ada sebuah cerita. cerita 15 agustus 2014. bukan cerita bahagia apalagi mendebarkan. bukan pula lelucon ataupun mistik. ia cerita yang menyimpan perih. luka yang pernah tertutup kembali menganga. penyesalan yang telah terlupa membayang memutarkan slide-slide hari itu. senyumku beberapa detik lalu menguap bersama acuhanmu. di balik tatapan sang garuda aku hanya tertunduk. sebuah palu godam serasa menghantam, sakit. sesakit inikah kejadian hari itu? seperti inikah rasa kecewanya?
Setiap hari kusiram, kuberi pupuk, lalu kucabut. Esoknya kursiram lagi, kuberi pupuk, lalu kucabut lagi. Hal yang sama terus dilakukan dengan rutin. Cepat sekali tanaman ini tumbuh, dan cepat pula ia mati, meski ia tidak pernah benar-benar mati. Layaknya orang bekerja, ia segan untuk tumbuh tapi tak mau mati. Seharusnya aku cabut sampai ke akar-akarnya.
Komentar
Posting Komentar