10 agustus
Kubuka lagi layar ponsel. Tak ada. Balasan yang kutunggu
tak kunjung datang. Masih kusimpan draft-draft yang tak pernah kukirim. Usang dan
membusuk dalam foldernya. Kubaca lagi setiap hurufnya, ada sesal yang
menggantung, ada sedih menggelayut. Masih beberapa jam lalu semuanya
menghangat. Tawa terselip dalam canda. Dendang itu masih kuputar merdu.
Tapi deringanku menghancurkan semua. Balasanmu tak ada
jua. Hangatmu menguap tak lama. yang tersisa tinggal kecewa
Beban ini terasa bertambahnya ketika akhirnya yang
kutunggu tiba. Bukan ucapan sedih apalagi marah. Justru ia masih bisa tersenyum
sejuk. Senyum yang dipaksakan di sela terik ini.
Tinggal kutermenung sendiri. Dihinggapi sesal dan marah
pada diri
Komentar
Posting Komentar