Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Satu Hari yang Terlewat

Gambar
Serumit mencari jarum dari balik jerami, serumit itu pula seorang bapak menyatakan cinta. Ia mungkin bukan bapak ideal yang selalu ada untuk berlibur, bukan pula yang selalu meluluskan keinginan putrinya. Tapi ia lelaki yang kami sambut dengan bungkusan makanan di tangannya saat kecil dulu. Ia mungkin memang tidak selalu bisa membelikan apa yang diinginkan anaknya. Tapi ia mengajarkan arti menerima dan memberi, itu lebih berarti dibanding apapun yang kami ingini Ia mengajarkan untuk selalu berkata jujur tapi ia berbohong mengatakan sudah kenyang padahal kami tahu ia belum makan hanya supaya kami tidak kelaparan. Ia mungkin memang tidak hafal suaraku di telepon. Tidak tahu mana saja barang barangku dan kapan hari ulang tahunku. Tapi ia tahu yang terbaik untuk masa depanku. Ia yg selalu mengutamakan perut anak anaknya. Bahkan sampai kini pertanyaan yg selalu ia lontarkan adalah sudah makan atau belum. Yang membopong kecil kami ke kamar mandi untuk mencuci kaki. Yang ...

Seteru Satu Guru

Buku yang ditulis oleh Haris Priyatna ini bercerita tentang 3 pemuda yang bertemu di sebuah rumah indekos di Jl. Peneleh Gang VII, kediaman guru yang dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota, HOS Tjokroaminoto. Berpusat pada Soekarno, disini diceritakan bagaimana kedekatan Soekarno dengan Musso ataupun Soekarno dengan Kartosoewirjo. Seperti pada judulnya, buku ini menceritakan seorang guru hebat  yang ditakuti lawan dan dicintai kawan-kawannya. Keteladanan sifat dan keluasan ilmunya mempengaruhi tiga pemuda yang kini kita kenal sebagai pemimpin besar dengan mimpi yang sama, mewujudkan Indonesia merdeka, walau pada akhirnya mereka masing-masing berada di jalan berbeda. Buku ini membawa kita pada asal muasal pemikiran Soekarno. Bibit awal semangat revolusi dan minatnya pada orasi. Tidak  seperti membaca buku sejarah yang membosankan dan membuat kantuk, justru terasa seru karena dikemas menjadi novel. Tapi tidak juga menghilangkan nilai nilai sejarah di dalamnya. Bagus dibaca oleh...

Mawar

Gambar
Dimuat di Koran PR, minggu (21/10/2018)
Aku suka kasian dengan para ide yang sering datang tiba tiba Kadang dan atau lebih sering tidak dihiraukan kehadirannya Lalu pergi, lagi tanpa permisi Bukan merajuk, mereka mungkin tidak akan datang kali kedua Karena kesempatan selalu hanya datang sekali Aku pun kasian dengan pikiran walau selintas dua menghampiri Merangsek memaksa masuk malahan Bergabung tanpa berbaris rapi   Hingga tumpah membuncah Aku pun kasian dengan mimpi di setiap malam Dalam arti sesungguhnya ketika mata ini terlelap Mungkin ia lelah dengan semua episode yang tidak pernah berhenti Reka kejadian justru bertubrukan tak tentu arah dan waktu Pernah kau istirahat sebentar saja?

Arang yang patah

Pada sebuah niscaya aku menolak percaya Atas lelaki senja yang mengurai Asa hingga kepingan Hanya mengadu pada kalbu tentang suratan gulita Seperti tekukur pada tuturan nenek moyang Ia hanya diam tepekur

Konspirasi Semesta - Fiersa Besari

Tentang lelaki jingga dan seorang ana tidae. Di pertengahan cerita ada curiga kalau akhirnya bukan bahagia. Tapi fiersa bisa bikin aku baca tanpa berhenti dan terus menerka mau dibawa kemana alurnya bermuara.  Di setiap bab ada potongan sajak yang mendukung isi cerita, sama nikmatnya untuk dibaca.  Baca konspirasi semesta bukan cuma tentang kisah cinta dua manusia tapi juga cinta pada ibu bapak sesama bahkan negara. Betapa juang mencintai rasa peduli dan empati sampai rela pergi jauh meninggalkan kekasih hati.  Kalau dari buku ini mungkin bukan latar yg seringkali bikin aku terpesona sama cerita. Ataupun deskripsi2 tempat waktu dan suasananya. Bukan juga dari alur yg ga ketebak tapi bener bener dari permainan kata. Seperti menyelami lautan kata dan mereguk semua diksi di dalamnya. 
Apa yg terjadi ketika rasa itu lebih  dan terus menerus menguat tanpa pernah kita sadari dan kendali Semua rencana opini strategi beriak meredam menjadi satu atau justru memecah berlikur likur Hal yg dulu utama seolah tak ada apa apa Kita menjadi bodo amat dan lupa hanya karena secarik rasa entah darimana Bagaimana mempertahankan kendali adalah yg ada di benak Menahan diri hingga meledak bukanlah solusi. Apa kau akan mencari semua jawab?meski terbentur lagi tanpa alpa dan kau tahu itu

Kembang Tidur

Bagaimana mungkin memimpikan sesuatu, seseorang, sebuah, atau banyak ragam jenis bentuk, aroma, warna, rasa, yang sama sekali asing bagi dirinya. Tentang binatang melata yg selalu muncul bahkan setelah dibinasakan lagi dan lagi ataupun tentang gigi depan, belakang, atas, bawah, atau bahkan seluruhnya harus dengan sangat mendadak lepas, keropos, dan patah tanpa ada sebab suatupun.

Catatan Syawal

Lebaran menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan bertemu dengan sanak saudara mulai dari sepupu dekat sampai sepupu ibu bapak yang memang hanya bisa ditemui satu tahun sekali saat hari raya.  Karena jangka bertemu yg lama, sehingga  selalu ada perubahan di setiap tahunnya. Yang dulu masih sendiri, tahun ini sudah berdua. Dulu masih berdua, sekarang sudah menggendong bayi. Dulu ada, hari ini tiada, dulu masih sibuk mengurusi acara halal bihalal, sekarang terbaring sakit tak berdaya, dan lain hal karena banyak yang terjadi dalam 12 bulan ini. Banyak pula cerita cerita mengejutkan, mengharukan, menyenangkan, pengalaman, yang bisa diambil hikmahnya. Obrolan tadi pagi dimulai dari cerita ibu menengok saudara yang beberapa bulan lalu kena stroke. Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya keluarga ini selalu datang di acara halal bihalal dan selalu rutin jadi pemenang keluarga dengan dresscode terbaik. Padahal emang ga diharusin pake dresscode tapi istrinya selalu ini...

Ilusi

Sejenak saja ingin berilusi. Yang tidak mungkin terjadi. Sejenak saja beri ruang pada waktu. Pada asa yang selama ini dipaksa jauh. Tidak bisa memungkiri yg datang dan pergi. Tidak bisa memungkiri yg sudah terjadi. Mungkin ada teka teki tanpa alasan pasti. Bisa jadi tak sesuai logika. Mungkin keajaiban ingin menyapa. Entah pada siapa dimana dan kapan saja. Sebentar saja berhenti beralasan dan menyata. Coba membidik dari sudut lensa berbeda.