Catatan Syawal
Lebaran menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan bertemu dengan sanak saudara mulai dari sepupu dekat sampai sepupu ibu bapak yang memang hanya bisa ditemui satu tahun sekali saat hari raya.
Karena jangka bertemu yg lama, sehingga selalu ada perubahan di setiap tahunnya. Yang dulu masih sendiri, tahun ini sudah berdua. Dulu masih berdua, sekarang sudah menggendong bayi. Dulu ada, hari ini tiada, dulu masih sibuk mengurusi acara halal bihalal, sekarang terbaring sakit tak berdaya, dan lain hal karena banyak yang terjadi dalam 12 bulan ini. Banyak pula cerita cerita mengejutkan, mengharukan, menyenangkan, pengalaman, yang bisa diambil hikmahnya.
Obrolan tadi pagi dimulai dari cerita ibu menengok saudara yang beberapa bulan lalu kena stroke. Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya keluarga ini selalu datang di acara halal bihalal dan selalu rutin jadi pemenang keluarga dengan dresscode terbaik. Padahal emang ga diharusin pake dresscode tapi istrinya selalu inisiatif tiap lebaran bikin seragam. Tapi lebaran kali ini keluarganya gabisa hadir karena harus menjaga suaminya yang sakit stroke dan hanya bisa diam di kasur ngga berdaya, kasarnya udah gabisa ngapa ngapain. Makan juga harus diblender dulu terus lewat selang melalui hidung karena buat sadar juga udah gabisa. Anaknya seusia aku dan tahun ini rencananya menikah. Sekarang dia sibuk mengurusi bapaknya. Semoga mereka sekeluarga diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT.
"Itu ujian banget buat mereka. Pasti ga mudah menjalaninya."
Ada juga saudara yang emang udah lama kena stroke. Kemana mana pake tongkat dan sangat lama jalannya. Dulunya orang sukses, jabatan di kantor tinggi, apa aja yang dimau bisa diturutin, jalan jalan kemana aja, sekarang ga berdaya. Ya Allah apa artinya harta dan jabatan ðŸ˜
Ibu bilang dulu mereka orang yang ga pernah susah. Selalu mulus hidupnya, ga pernah ada kendala atau hambatan yang berarti. Jadi ini mungkin ujian untuk mereka.
Bukankah setiap mukmin akan selalu diberi ujian?
"Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga? Padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu..." (Qs Al Baqarah : 214)
Ayat yang menohok banget waktu Ramadhan kemarin dengerin ceramah salah satu Ustadz tentang ini. Emang kamu yakin bakal masuk surga? Jangan kepedean apalagi kalo belum dapet ujian.
"Am hasibtum antadkhulul jannah..." ko suka denger sama ayat ini. Baru inget kalo ini ayat yang suka dibaca ibu pas solat. Setelah denger ceramah itu, aku ke WC dan sepanjang jalan ke WC inget-inget itu surat apa ayat berapa ya asa pernah ngapalin tapi lupa. Dalam hati, nanti ah searching. Balik dari WC lanjutin tadarus. MasyaAllah ayat yang aku baca selanjutnya adalah " Am hasibtum antadkhulul jannah..." langsung merinding...
Dan hari ini inget lagi. Mungkin memang kenapa harus ada reminder biar aku inget terus dan terus. Dan kalo udah kaya gini terbayang bayang banyak hal. Ada kaka kelas yang hidupnya baik baik saja dan selalu bisa mencapai apa yang dia mau, sekarang diberi ujian jodoh. Ada saudara yg diberi ujian anaknya abnormal. Aku merasa hidup aku sampai saat ini baik baik saja ga ada ujian berat yang berarti. Kamu belum dapet cobaan apa apa sal, yakin masuk surga? ðŸ˜
Komentar
Posting Komentar