Seteru Satu Guru
Buku yang ditulis oleh Haris Priyatna ini bercerita tentang 3 pemuda yang bertemu di sebuah rumah indekos di Jl. Peneleh Gang VII, kediaman guru yang dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota, HOS Tjokroaminoto. Berpusat pada Soekarno, disini diceritakan bagaimana kedekatan Soekarno dengan Musso ataupun Soekarno dengan Kartosoewirjo.
Seperti pada judulnya, buku ini menceritakan seorang guru hebat yang ditakuti lawan dan dicintai kawan-kawannya. Keteladanan sifat dan keluasan ilmunya mempengaruhi tiga pemuda yang kini kita kenal sebagai pemimpin besar dengan mimpi yang sama, mewujudkan Indonesia merdeka, walau pada akhirnya mereka masing-masing berada di jalan berbeda.
Buku ini membawa kita pada asal muasal pemikiran Soekarno. Bibit awal semangat revolusi dan minatnya pada orasi. Tidak seperti membaca buku sejarah yang membosankan dan membuat kantuk, justru terasa seru karena dikemas menjadi novel. Tapi tidak juga menghilangkan nilai nilai sejarah di dalamnya. Bagus dibaca oleh kawula muda khususnya yang belum tertarik dengan sejarah negeri ini. Jika membaca buku sejarah bikin pening dari awal lihat tebalnya, bisa diawali dari membaca buku ringan berjumlah 260 halaman ini.
Kutipan pesan Tjokroaminoto pada Soekarno, "kamu harus belajar mengendalikan rasa takut. Tidak akan bisa menjadi manusia utama, tidak bisa manusia menjadi besar dan mulia, kalau dirinya masih dihantui rasa takut akan banyak hal. Keutamaan, kebesaran, kemuliaan, dan keberanian yang sedemikian itu hanya bisa tercapai karena tauhid."
Komentar
Posting Komentar