Satu Hari yang Terlewat
Serumit mencari jarum dari balik jerami, serumit itu pula seorang bapak menyatakan cinta.
Ia mungkin bukan bapak ideal yang selalu ada untuk berlibur, bukan pula yang selalu meluluskan keinginan putrinya. Tapi ia lelaki yang kami sambut dengan bungkusan makanan di tangannya saat kecil dulu.
Ia mungkin memang tidak selalu bisa membelikan apa yang diinginkan anaknya. Tapi ia mengajarkan arti menerima dan memberi, itu lebih berarti dibanding apapun yang kami ingini
Ia mengajarkan untuk selalu berkata jujur tapi ia berbohong mengatakan sudah kenyang padahal kami tahu ia belum makan hanya supaya kami tidak kelaparan.
Ia mungkin memang tidak hafal suaraku di telepon. Tidak tahu mana saja barang barangku dan kapan hari ulang tahunku. Tapi ia tahu yang terbaik untuk masa depanku.
Ia yg selalu mengutamakan perut anak anaknya. Bahkan sampai kini pertanyaan yg selalu ia lontarkan adalah sudah makan atau belum. Yang membopong kecil kami ke kamar mandi untuk mencuci kaki. Yang mematikan lampu kamar di saat aku lupa dan sudah terlelap. Yang bersedia membantu mengerjakan pekerjaan rumah bahkan aku mengiyakan nasi gorengnya lebih enak dari bikinan ibu.
Jarak umur yg cukup jauh tidak bisa dipungkiri membuat kita tidak sedekat teteh dan bapak. Aku hanya tau ia selalu bersedia mengantar jemputku kemana pun. Obrolan pertama yg kuingat adalah tentang pembersih WC. Aku tau itu bahasan yg sama sekali tidak penting karena ia hanya berusaha memecahkan keheningan selama di perjalanan.
Aku takut belum bisa menjadi yg ia mau. Aku takut secara tidak sadar sering menyakiti perasaannya, baik dari omongan maupun perilaku.
Aku pun sadar bahkan sangat tau kekhawatirannya akan anak perempuannya ini. Percayalah pak aku tidak akan pernah berani untuk melawanmu. Untuk mengingkari pesan pesanmu. Kemana aku harus pergi jika bapak tidak ridho?
Satu hal yg paling aku khawatirkan tentang menjalani hidup baru adalah tentang aku yg bukan lagi jadi tanggungjawab bapak. Jadi izinkan dan doakan aku agar bisa sebanyak banyaknya Birrul Walidain. Sebelum tanggungjawabmu berpindah dalam satu tarikan napas.

Komentar
Posting Komentar