Arang yang patah

Pada sebuah niscaya aku menolak percaya
Atas lelaki senja yang mengurai
Asa hingga kepingan
Hanya mengadu pada kalbu tentang suratan gulita
Seperti tekukur pada tuturan nenek moyang
Ia hanya diam tepekur


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seteru Satu Guru