Rani tiba-tiba pulang dengan muka muram. Bang Rio yang membuka pintu heran dibuatnya. Tumben adik bungsunya tidak cerah seperti biasa. Tak ada lagi teriakan riangnya, “Aku pulaaang...” Bang Rio benar-benar dibuat bingung. Rani datang tanpa mengucapkan salam. Langsung mengurung diri di kamarnya. Selepas sholah Dzuhur di masjid yang hanya dipenuhi oleh satu shaf, Bang Rio mengetuk pintu kamar Rani. “tok..tok..tok..abang boleh masuk?” Tak ada sahutan. Setelah diketok beberapa kali terdengar suara mengiyakan. Sang abang pun masuk. Kamar berukuran 3x3,5 meter persegi ini terlihat luas dengan furniturnya yang tidak banyak. Sebuah dipan panjang di pojok ruangan yang menempel di tembok, sebuah lemari pakaian di sisinya yang lain, dan sebuah meja belajar kecil dan kursinya yang berhadapan dengan pintu masuk. Di atas dipan itu Rani sedang tiduran sambil menghadap tembok. “Udah sholat Ran?” Bang Rio duduk di pinggir kasur, mencoba melihat muka Rani. “sholat dulu yuk, tar kita makan sambil no...
Pondok Pesantren bukan hanya mengajarkan hadits, kitab kuning, kitab gundul, fiqih, sejarah nabi, nahwu sharaf, dan lain-lain masih banyak lagi. Dewasa kini orang-orang umumnya memandang Pondok Pesantren dalam pandangan yang sempit, yang maksudnya dalam Pondok hanya mengajarkan “pelajaran” agama. Tanda kutipan disini mengartikan “teori”, teori pelajaran agama. Sedangkan esensi sebenarnya sebuah pondok mulai tenggelam ditelan waktu. Seharusnya pondok pesantren lebih menekankan pada aqidah dan akhlaqnya. Aqidah merupakan akar penting yang harus ditanam pada diri setiap santri. Akar atau pondasi yang jika tidak ada maka sebuah bangunan bisa runtuh. Jika aqidahnya sudah kuat maka akhlaqnya pun akan bagus. Akhlaq atau sikap moral yang baik itu mencirikan seorang santri pondok pesantren. Jadi, kualitas seorang santri yang baik bukan hanya karena kepiawaiannya membaca kitab ataupun karena banyak hafalan haditsnya, ia harus pula bagus dalam aqidah dan akhlaqnya.
Haha..dari kitab orang hindu nih..(sekedar informasi) Konon, ada 5 kebohongan yang tak berdosa, namanya Panca Nerta, yaitu: 1. Pedagang (coba pikir,, pedagang tu boong kan, masa dia beli barang 1000 rupiah eh dijualnya 2000) 2. Membohongi anak kecil (hayo..ngaku, siapa yag suka boongin ade? Ade nangis,”cup..cup..jangan nangis, ntar kaka kasih permen lo.. eh si ade udah ga nangis kaka ga nepatin janji gara2 adenya juga lupa, btul?!) 3. Musuh di medan perang 4. Orang jahat 5. Wanita (wah sebenernya aku juga ga mau nih nulis yang terakhir ini, enak aja wanita boleh diboongin, ntar playboy merajalela dong..) Eh eh tapi ni ga bener lo, dimana-mana juga yang namanya boong mah atuh dosa.. Tapi ada sih yang dibolehin, bohong untuk kebaikan, Ya..ati2 aja kebaikan tu kayak gimana, bukan baik jadi nolong t...
wahahaha salma komen blog aku. follow juga ya sal nanti blog aku nya. keren nih kata katanya :D
BalasHapushehe
BalasHapusjazakillah uqiim...