semua bisa diambil hikmahnya
“bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah bertahun-tahun.”
Sebuah cerita yang diceritakan oleh Muhammad Irsyad Nazhif dalam ceramahnya pada tanggal 10 Agustus 2011
Seorang penyelam ditugasi oleh atasannya untuk mencari tiram berisi mutiara sebanyak-banyaknya. Ketika menyelam ia terpesona dengan keindahan laut yang sangat indah hingga ia terlena bahkan melupakan tugas dari ‘bosnya itu. Ia bermain dan bercanda ria dengan para ikan. Setelah sekian lama barulah ia tersadar dan ingat akan tugasnya. Namun waktu untuk mengumpulkan tiram mutiara itu sudah sangatlah sempit karena tabung oksigen yang dimilikinya tinggal sedikit. Akhirnya dengan sisa oksigen yang tersisa dia hanya bisa mengumpulkan tiram seadanya. Menyadari tabung oksigen sudah menipis, si penyelam itu tergesa-gesa sehingga menyebabkan kecerobohan. Sikapnya yang panic membuat tiram yang sudah dikumpulkannya terjatuh dan bertambah sedikitlah tiram itu. Dengan pikiran yang bingung, si penyelam segera berenang ke dasar dan menemui atasannya. Atasannya marah karena jumlah tiram tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Akhir kisah, si penyelam itu dipecat dan tidak diberi uang sama sekali.
Hikmah yang bisa diambil:
Keindahan bawah laut yang memesona itu bak kehidupan di dunia ini. Jangan sampai kita terlena dengan godaan dunia dan melupakan tugas utama kita hidup di dunia. Tiram mutiara itu seperti pahala yang harus kita kumpulkan, dan tiram yang jatuh itu menggambarkan pahala yang hilang dikarenakan berbuat riya.
Satu lagi pesan dari ceramahnya Akhi Irsyad,
Bayangkanlah.. seekor burung yang terbang mencari makan dan tidak pernah menyerah. Pernahkah kalian lihat seekor burung yang menjatuhkan diri ke sungai misalnya?atau seekor burung yang menghujamkan kepalanya pada batu yang menyebabkan ia meregang nyawa?tidak..
Sekarang kalian bandingkan dengan manusia yang telah Allah Ciptakan dengan sedemikian sempurna
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS.At-Tin:4).
Manusia jelas lebih sempurna disbanding makhluk Allah yang lain, namun mengapa banyak manusia yang tidak bersyukur?yang mengingkari nikmat Allah. Seringkali manusia menyerah pada kehidupan dan mati dengan cara yang tidak Allah sukai.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman:13)
Marilah kita introspeksi diri..
Komentar
Posting Komentar