Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Aku Angin Engkaulah Samudra – Tasaro GK

Gambar
Ketika resti mengembalikan buku ini, ada pertanyaan buat aku sendiri. “Loh aku sendiri udah baca belum sih?” Sambil menghabiskan waktu di kantor, akhirnya kubacalah lembar demi lembar. Beberapa halaman pertama.  “Kan bener aku udah pernah baca.” Beberapa halaman selanjutnya  “Loh kayanya aku belum baca deh, aku gatau lanjutan ceritanya bakal gimana.” Semakin menuju tengah.  “Eh bener nih aku pernah baca. Nama nama tokohnya ga asing.” Gitu aja terus sampai akhir cerita. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Ternyata buku ini memang remake dari “Serambi Mekah” yang pernah aku baca dapet minjem dari Pitimos. Kalau dilihat dari tebalnya sih, buku yang ini lebih tebal beberapa halaman jadi tentu saja banyak tambahan dan hal hal berbeda. Menceritakan perjalanan kehidupan Maruto yang membentuknya hingga saat ini. Mungkin tambahan ceritanya disini ya. Banyak cerita...

Sehari Bersama Fathimah

Gambar
Fathimah ini keponakan pertamaku yang usianya masih 15 bulan pas tulisan ini dibikin. Karena bundanya ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa magister yang belum juga beres-beres kuliahnya, praktis Fathimah ini selalu nempel teteh (bundanya) dan hampir ga pernah ditinggal kecuali urusan mendesak. Bahkan ketika dia harus bimbingan ke kampus pun, Fathimah dibawa serta.  Cerita ini terjadi ketika hari wisuda teteh. (akhirnya wisuda juga setelah 6 tahun kuliah :") Dari beberapa hari sebelumnya dia sudah memikirkan masak-masak apakah akan membawa Fathimah atau tidak, kalau dibawa nanti 'dayang-dayang'nya siapa aja, hingga akhirnya diputuskan teteh ga bakalan bawa Fathimah dan aku bertanggung jawab penuh jagain dia, karena ibu bapak juga harus ke kampus dong nemenin wisudawati. btw suaminya lagi dines di luar dan ga memungkinkan untuk pulang menghadiri acara itu. Pagi pagi Fathimah udah nangis aja pas bundanya berangkat jam 7. Disuruh salam gamau, bingung kali ya biasanya ...

#Ngomongin Bukuagatha

Laki-laki tua yang lemah seperti ini, begitu kurus, kering tetapi dalam kematiannya begitu banyak darah…" Suara Hercule Poirot menghilang. Si tua Simeon Lee mengundang seluruh keluarganya untuk bersama-sama merayakan Natal di Gorston Hall. Dia menciptakan hiburan bagi dirinya sendiri dengan mempermainkan nafsu serakah mereka. Permainan ini ternyata mengusik kekuatan dan nafsu terpendam yang akhirnya membawa kematiannya. Hercule Poirot menghadapi kasus pembunuhan yang direncanakan dengan sangat cermat dan dilaksanakan dengan brilian, tetapi... ada terlalu banyak darah! Makin lama mulai terbiasa dengan kasus kasus pembunuhan dalam buku Agatha. Kebohongan alibi dari setiap orang, balas dendam, motif yang aneh, dan orang yang tidak disangka sangka. Tapi semuanya sama. Sama sama mengejutkan dan bikin terpana. Dibuat pembaca berputar putar memikirkan antara a dan b lalu c selanjutnya d sampai z. Semua hal menjadi mungkin! Bahkan sampai di titik klimaks semua persepsi masih bermu...

Tentang Hari Lahir

Gambar
Pada suatu kesempatan seseorang pernah bercerita tentang kisah 3 orang sahabat di jaman Nabi. Tepatnya mereka termasuk Shahabat Nabi atau Tabi'in aku lupa. Intinya mereka adalah sahabat yang rajin beribadah dan sama sama mendambakan syahid, hingga dua orang di antara mereka gugur dalam sebuah perang. Beberapa lama setelahnya satu orang yang tersisa ini akhirnya menyusul kedua sahabatnya. Namun dia meninggal bukan di medan perang seperti yang ia inginkan. Ia meninggal dalam keadaan sakit. Singkat cerita di akhirat ketiga sahabat ini bertemu kembali dan akan masuk ke dalam surga. Urutan masuknya dimulai dari sahabat yang terakhir meninggal, lalu diikuti sahabat sahabatnya yang gugur di medan perang. Sampai pada bagian ini aku heran dan bertanya-tanya kenapa yang lebih dulu masuk surga adalah orang yang meninggalnya karena sakit? Bukan yang mati syahid - yang aku tahu sudah jelas predikat 'mati syahid' ini adalah predikat sangat mulia. Ternyata alasannya adalah umur panja...

Tempat Mengadu

Kita terkadang butuh waktu sendiri. Karena di luar sana sangat ramai. Orang orang selalu ingin mencari pembenaran dan sok memberi solusi padahal hanya omong kosong yang berawal dari hasrat ingin tahu. Kau pikir mereka peduli? Sejatinya mungkin hanya ucapan manis di bibir saja untuk memuaskan rasa gatalnya. Lalu kepada siapa kau akan percaya? Ketika semua orang laiknya keran tanpa tutup walaupun selalu ada alasan di balik itu. Tapi kepercayaan datangnya dari hati. Sekali kau tidak percaya, hancurlah sudah. Ini bukan tentang si a si b atau si c, tapi tentang janji yang terlalu sering jadi tameng. Padahal ia nangis tersedu karena dilupakan dan dikhianati.  Persis seperti pertanyaanku pada seorang kawan sejawat.  "Kepada siapa aku mengadu" Jawabannya bisa kubilang lebih cepat daripada kecepatan jari emak emak sosialita tukang belanja di akun online shop ketika sedang diskon besar besaran. "Tentu saja pada Allah." Kau sama sekali tidak meragukannya kan? ...

Chamomile Tea For Wonderful Moms

Gambar
Hal pertama yang buat aku tertarik buat baca buku ini adalah tentu saja covernya! Ilustrasi kartun berwarna seorang ibu dengan anak-anaknya. Lucu banget.. judulnya juga sangat menarik "Chamomile Tea For Wonderful Moms". Yang ternyata couple -an sama buku satu lagi yang berjudul "Chamomile Tea For Great Dads." Tanpa pikir panjang, aku langsung baca buku ini padahal antrian buku yang harus kubaca masih panjang (dan dia akhirnya nyelak barisan wkwk).    “Setiap ibu adalah pejuang. Bekerja di ranah public maupun domestik tidak sedikit pun mengurangi peran penting ibu dalam keluarga." Buku based on true story dengan tebal 160 halaman ini merupakan kumpulan kisah dari beberapa penulis tentang perjuangan  seorang wanita berhati baja yaitu ibu. Dikemas dengan sangat ringan, buku ini cocok dibaca untuk menemani waktu luang, layaknya sebuah chamomile tea yang ternyata juga memiliki banyak manfaat.  Beberapa kisah merupakan pengalaman penulis se...