Sore



Biar kuceritakan sebuah sore, dengan buku dan moccacino
Di antara yang lapar dan penunggu setia
Kukisahkan cerita manis semanis minumanmu
Ada semangkuk lega dari setiap koma
Batu yang kita lihat tadi tak seberapa hanya sepersekian saja
Hanya sepotong hari kita tanpa rencana, tanpa awal, tanpa akhir bahkan tanpa tujuan
Hanya sejeda dari perjalanan hidupmu
Mengenang masa-masa indah dulu
Bahkan sampai petang berpamitan dan bulan mulai menyapa

Ceritaku masih panjang
Biar kukisahkan hingga titik tak pernah ada
Di sabtu malam ini bersama tiap tetes yang menyapa bumi


Maret, 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seteru Satu Guru