Rabu Pagi


Ratusan menit tlah berlalu semenjak bedug shubuh tiba
Kokok ayam berkejaran menyambut pagi
jutaan orang di luar sana telah bergumul dengan asap dan polusi
Berebut mencari sesuap nasi dan derajat diri
Ribuan anak duduk manis di belakang bangku mereka dengan pandangan lurus menghadap board
Para sopir dan kenek angkutan umum berlomba mencari muatan
Para pedagang pasar telah berkeringat bahkan dari dini tadi

Ketika sinar matahari menyerobot masuk
Tapi kau tak bergeming dengan buntalan selimut hangat
Keras starter motor tetangga sebelah tak hilangkan kantukmu
Kepulan asap masakan tak hiraukan penciumanmu
Kain selimutmu terlalu tebal
Mimpi indahmu terlalu panjang.
Tayangan favoritmu pagi ini sudah terlewat
Dering alarm bangun pagi sia-sia sama sekali

Apa yang sudah kau lakukan sesiang ini?

Bandung, 8 Februari 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seteru Satu Guru