Kutahu ada jenuh disana. Beriak-riak di sudut matamu. Segala
ketidakberesan dan ketidaksesuaian yang ganjil. Ada sesuatu yang ingin lepas.
Di balik ketidaknyamananmu tapi kau hanya bungkam. Selalu begitu. Biar sesakit
itu menyeretmu hingga senyummu bisu. Tidak disana tidak pula disini. Sejengkal
ini tapi kau tak terkejar.
Setiap hari kusiram, kuberi pupuk, lalu kucabut. Esoknya kursiram lagi, kuberi pupuk, lalu kucabut lagi. Hal yang sama terus dilakukan dengan rutin. Cepat sekali tanaman ini tumbuh, dan cepat pula ia mati, meski ia tidak pernah benar-benar mati. Layaknya orang bekerja, ia segan untuk tumbuh tapi tak mau mati. Seharusnya aku cabut sampai ke akar-akarnya.
Komentar
Posting Komentar