Teman Kecil
Hey
kita bertemu lagi di angkutan umum berwarna kuning pucat ini. Aku masih ingat
wajah itu dengan bekas kepolosan yang tidak hilang. Tapi kita tak bersapa pun
beberapa pertemuan sebelumnya. Berapa kalinya ini? Masih dapat dihitung oleh
tangan tapi tidak jika sebelah. Seragam putih abumu membentuk seorang yang
terlihat mandiri. Jadi ingat rok merahmu dulu sangat mungil sering kau simpan
bermacam benda di sakunya.
Saat
ini kau duduk di pinggir pintu sekali di sebelah bangku artis-begitulah aku
menyebutnya-bangku yang ketika kau duduk disana maka setiap mata memandang ke
arahmu. Kita hanya berjarak beberapa sentimeter saja dengan sebuah benda kecil
di tangan. Benda yang menghilangkan kesadaran banyak orang bagaikan berada di
dunia lain antah berantah melenakan. Benda itu terus saja kau pandangi sampai
waktunya turun dan tinggal aku yakinkan bahwa rupamu tak berubah sedikit pun.
Komentar
Posting Komentar