Dunia
Kupunya dunia. Dunia yang mungkin
kamu tidak tahu. Mungkin mereka tidak tahu. Mungkin hanya segelintir tahu. Atau
bahkan tidak seorang pun tahu? Dunia yang hanya ada aku, aku dan aku. Nah,
berapa orang itu, kau bisa menghitungnya? Cukup banyak kan. Dunia penuh emosi. Peredaman
jiwa. Antara tangis dan tawa tak ada sekat. Kebuncahan bahagia dan tangis haru.
Mulai dari kelinci manis melompat riang sampai monster jahat di dunia game. Mulai
dari tergelak sampai meraung-raung. Mulai dari perangkap masa lalu sampai
harapan kosong masa depan. Bergumul jadi satu tanpa bisa diurai dan dicari
ujungnya. Hanya benang wol kusut. Biar kusulam saja jadi syal biar indah. Biar berguna.
Biar ada karya. Biar saja
dunia ini tidak mengenal waktu. Tapi
ia biasa datang saat langit menghitam. Tak jarang pula langit masih terang atau
sedang menangis. Datang tiba-tiba tanpa rencana dan kesimpulan, tidak pula
dengan perumusan masalah. Tidak, karena dunia ini tidak sistematis. Dia punya
ceritanya sendiri. Ketika kau masuk, maka selamat!kau bagian dari dunia itu dan
ikutilah saja ceritanya jangan memprotes. Ikuti alurnya dan nikmati jalannya
cerita hingga sampai titik ia tamat. Hey, ceritanya bahkan kadang bersambung. Lanjutannya
bisa kau dapatkan kapan saja tak kenal waktu tak kenal tempat, aneh bukan? Tidak
seperti serial drama yang jelas waktu tayangnya.
Kuyakinkan, kalian pun bahkan
semua orang memiliki dunia itu dan terbiasa memasukinya. Entah bagaimana
menyadari dan menyikapinya. Dunia tanpa ada batasan. Dunia yang bisa kau
kendalikan jika kau tahu. Karena sejatinya dunia itu bergerak dan bercerita
karenamu. Karena alam bawah sadarmu. Dunia ketika kau pejamkan mata.
Komentar
Posting Komentar