Mungkin di matanya aku hanya seorang anak kecil polos yang
tak mengerti apa-apa :’)
Setiap hari kusiram, kuberi pupuk, lalu kucabut. Esoknya kursiram lagi, kuberi pupuk, lalu kucabut lagi. Hal yang sama terus dilakukan dengan rutin. Cepat sekali tanaman ini tumbuh, dan cepat pula ia mati, meski ia tidak pernah benar-benar mati. Layaknya orang bekerja, ia segan untuk tumbuh tapi tak mau mati. Seharusnya aku cabut sampai ke akar-akarnya.
Komentar
Posting Komentar