Ummu Mihjan, yang diperhatikan Rasulullah
Sering kali kita merasa minder dengan kekurangan yang kita punya.
Merasa takut tidak punya kelebihan apa-apa yang bisa memberi kontribusi untuk
Islam. Tapi ada sebuah kisah sahabat Rasulullah yang menyadarkanku, bahwa
setiap Muslim berkesempatan untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah.
Ummu Mihjan. Seorang perempuan tua berkulit hitam,
sederhana, tapi memiliki kesungguhan yang luar biasa. Beliau sadar akan
kelemahan dan kekurangan yang dimilikinya. Tapi tetap menyadari pula akan
wajibnya beribadah kepada Allah.
Ummu Mihjan memikirkan hal apa yang bisa dilakukan orang
seperti dia? Akhirnya dengan optimis dan penuh percaya diri, ia menjaga
kebersihan tempat shalat, Masjid. Masjid saat itu bukan hanya tempat shalat.
Tapi juga tempat belajar, diskusi, pertemuan, dsb. Ummu Mihjan selalu berusaha
membuat Rasulullah dan para sahabat lain nyaman di Masjid.
Rasulullah pun sangat perhatian pada Ummu Mihjan. Ada sebuah
hadits. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, “ada seorang wanita-atau
seorang pemuda-berkulit hitam, yang biasa menyapu di Masjid, meninggal dunia.
Suatu hari, Rasulullah saw. merasa kehilangan dan menanyakannya. Para sahabat
lalu berkata, “Dia telah meninggal
dunia.” Beliau bersabda, “Mengapa kalian tidak memberitahukanku?” (Mereka tidak
memberitahukan hal itu kepada Nabi saw. sebab) agaknya mereka menganggap sepele
urusan itu. Beliau kemudian berkata,”Tunjukkan kepadaku dimana makamnya.”
Mereka pun menunjukkannya, lalu Rasulullah saw. menshalatkannya. Subhanallah...betapa
Rasulullah Saw. sangat memuliakan Ummu Mihjan, seorang wanita tua yang sangat
sederahana. Karena kecintaan beliau kepada rumah Allah.
Komentar
Posting Komentar