sejarah tentang gambar

nyari data buat munaqosyah.. ga dipake. posting aja aah :p

(sedikit) sejarah gambar


Pada Masa Prasejarah, di banyak tempat di dunia termasuk di Indonesia, manusia sudah mulai menghias dinding gua dengan lukisan. Biasanya yang dilukis terdiri dari adegan perburuan atau cetakan tangan. Mungkin di daerah tropis manusia sudah mulai menggambar pada kayu atau bamboo, tetapi kebanyakan buktinya hilang. Menurut Renne AC, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha Bandung, di Bali pernah ditemukan daun lontar yang isinya merupakan rangkaian gambar.
                Pada Masa Neolitik, yang jatuh pada beberapa abad sebelum Masehi, sudah ada pembuatan rumah-rumah panggung dengan ukiran, kapal-kapal kayu yang berukiran, dan pembuatan patung-patung nenek moyang  yang ditempatkan pada tempat-tempat yang sacral yang diberikan batu-batu besar berbentuk meja, tiang, dan sebagainya. Masyarakat yang tinggal di Lembah Sungai Nil pada tahun 4000 SM, mereka telah menulis dengan bentuk gambar yang namanya Hieroglyph. Tulisan itu dipahat pada batu atau pada daun. Di tempat lain, di Pegunungan Kwen-Lun, di Tibet, masyarakatnya mengenal tulisan dengan gambar yang dinamakan Pictogram, yang kelak pada abad ke 20 dikembangkan menjadi bahasa persatuan, bahasa Kuo-Yu. Selain itu semua peradaban sebelum masehi, baik yang tinggal di Mesir, Cina, India, Romawi, maupun Amerika, semuanya meninggalkan peninggalan seni bangunan dan arsitektur yang lumayan maju.
                Di Indonesia, memasuki abad 4 Masehi, mulai lahir kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha. Mereka membangun candi-candi sebagai tempat sacral untuk upacara-upacara tertentu, antara lain initiasi dan upacara pemakaman. Banyak candi berisi patung-patung dewa dan dewi dari pantheon Hindu atau Budha. Pada saat-saat tertentu patung itu dipuja oleh para bangsawan dan pejabat kerajaan. Selain patung, dalam candi-candi itu terdapat pula pola-pola hiasan pada dindingnya yang terdiri dari sulur lotus, makhluk kahyangan dan gana, yaitu orang kerdil yang berperut buncit yang membawa sulur-sulur  bunga atau tiang. Patung-patung pujaan di candi-candi masih nampak naturalistis pada masa Kerajaan Singasari, tetapi pada masa Majapahit sudah makin lama makin distilir. Patung perwujudan pada masa Majapahit akhir kelihatan kaku, terlalu banyak perhiasannya dan dikelilingi “sinar Majapahit”. Pahatan ceritanya makin lama makin banyak mirip kepada tokoh wayang kulit.
                Sekitar abad 14M, ketika di Indonesia mulai muncul Bangsa Kolonial, di Eropa berkembang pembuatan gambar seiring berkembangnya penggunaan kertas. Perupa yang terkenal dengan teknik menggambar pada tahun 1400-an hingga 1500-an antara lain Leonardo da Vinci, Albrecht Durer , Michelangelo dan Raphael. Selama 1600-an adalah Claude, Nicolas Poussin, Rembrandt dan Peter Paul Rubbens. Pada 1700-an, karya-karya terkenal dibuat oleh Jean-Honore Fragonard, Francisco Goya, Giovanni Batista Tiepolo, dan AntoineWatteau. Pada 1800-an adalah Paul Cezanne, Jacques Louis David, Edgar Degas, Theodore Gericault, Jean Ingres, Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec, dan Vincent van Gogh. Pada era 1900-an karya-karya terbaik dibuat oleh Max Beckmann, Wilem De Kooning, Jean Dubuffet, Arshile Gorky, Paul Klee, Oscar Kokoschka, Jules Pascin, Pablo Picasso, dan Jackson Pollock.
                Perkembangan gambar yang terlihat, salah satunya adalah komik. Dalam perkembangan komik di dunia dikenal 2 mahzab yakni Amerika dan Jepang. Kebangkitan komik di Amerika dtandai dengan munculnya komik-komik superhero yang diprakarsai oleh Marvel dan DC. Sementara komik Jepang terus berkembang hingga kini dengan manganya yang merajai pasar komik Internasional.
                Komik Jepang, menurut pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB )Alvanov Zpalanzani dikenal dua aliran, yaitu manga hiragana dan manga katakana. Manga hiragana ialah berupa lukisan cetakan, sedangkan manga katakana termasuk komik modern yang dikenal sekarang yang dibuat di atas kertas dan dpisahkan dengan panel.
                Sementara itu, di Indonesia, pertama kali komik modern muncul sekitar 1930-an di sebuah surat kabar Tionghoa, Harian Sinpo. Komik Indonesia lahir hanya sebagai sempalan (put on) dalam media –media seperti majalah dan surat kabar. Jenis komik ini menurut Alvanov, dikenal juga dengan sebutan komik strip. Lalu, berkembang lagi dengan banyaknya komik local yaitu komik-komik wayang. Namun, komik itu sudah tidak lagi dibuat. Kebanyakan penerbit dan toko buku hanya menjual komik-komik Jepang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seteru Satu Guru