Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

CANGKIR DAN GELAS

PROLOG Pernahkah kau bertamu ke rumah seseorang? Tentu pernah. Minuman apa yang disuguhkan? Apakah segelas kopi, segelas air putih, atau secangkir teh? Seberapa besar ukurannya? Tentu sangat tidak sopan jika kita tidak meminumnya, sedangkan tuan rumah sudah menyuguhkan. Oke, bukan disitu masalahnya. Entah kau meminumnya atau tidak. Hal yang akan dibahas disini adalah dengan apa minuman itu disuguhkan? Cangkir? Atau gelas? Terkadang orang merasa masa bodoh dengan hal yang satu ini. Mengapa harus memperhatikan tampak luarnya toh yang terpenting adalah isinya. Tentu ada perbedaan di antara dua benda ini. Cangkir dan gelas. Cangkir memiliki pegangan di sampingnya. Itu yang membuatnya berbeda dengan gelas.  Di salah satu sisinya terdapat pegangan untuk memudahkan saat mengangkatnya. Orang yang meminum minuman di dalamnya tidak akan merasakan panas. Hal inilah yang menyebabkan cangkir lebih banyak digunakan untuk minuman panas.       ...

Karena Rumah Ga Dibawa "Pulang"

“Pak, pak liat deh itu rumahnya bagus banget. Gede banget.” “Iya gede banget.” “Pengen ih rumah kaya gitu. Kita bikin rumah kaya gitu yuk pak. Di daerah pegunungan biar sejuk, eh jangan, pantai deh pantai biar bisa liat sunrise. Bikin rumahnya yang gedeee.” “...jadi mau dimana?...” “Hhmm.. bagusnya dimana ya pak? Pantai apa gunung?” “Bapak mah maunya rumah di Surga.” “...”             Kutipan cerita di atas berasal dari bukan pengalaman pribadi. Itu mah ngayal doang alias aku terinspirasi dari kejadian tadi pagi pas lagi nonton acara TV tentang rumah mewah. Lagi terbengong-bengong liat rumah nan megah bak istana di layar kaca, ehh si bapak muncul terus komentar, “rumah mah ga akan dibawa mati.” Hehe iya juga. Bukannya sinis, bapakku cuma ngingetin kalo kita jangan sampe tergiur sama harta dunia. Rumah besar, mobil banyak, dompet tebel, gadget canggih. Itu semua ga bakal kita angkut-angkut ke liang lahat...

Selamat Hari Buku :) yuk ke Perpus!

Gambar
Hari ini media sosial diramaikan dengan tagar #WorldBookDay setelah dua hari yang lalu jalanan penuh dengan anak-anak mengenakan baju kebaya (baca: Hari Kartini). Beramai-ramai penghuni dunia maya mengucapkan Hari Buku Sedunia. Mulai dari gerakan membaca buku, sejarah hari buku, sampai keprihatinan akan kurangnya minat membaca. Kenapa sih harus membaca? Dari kecil kita diajarkan membaca dari mengeja A-B-C sampai dikenalkan dengan Ani dan Budi (nama yang paling mainstream di buku pelajaran SD). “Buku itu gudang ilmu. Kuncinya adalah membaca.” Layaknya sebuah gudang yang menyimpan banyak harta karun kalau ga ada kunci untuk membukanya ya percuma. Begitu juga buku, sebanyak apapun buku di perpustakaan, selengkap apapun koleksi buku di rumah, kalau ga dibaca maka akan sia-sia  saja. Nah, dari prolog di atas sebenarnya daku ingin ngasih tau kalo di Bandung ini udah ada tempat membaca buku yang cozy banget. Perpustakaan Daerah Jawa Barat yang udah banyak diketahui oleh warga Ja...