Kerang Biru
1 Desember 2007 Hujan deras mengguyur Kota Jakarta. Tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Hujan deras disertai petir menyambar-nyambar membuat Jakarta, sore itu tampak mencekam. Orang-orang berlarian menghindari derasnya air hujan. Payung warna-warni mulai menghiasi jalanan. Anak-anak kecil bertelanjang kaki berlarian menerobos hujan sambil menawarkan ojeg payung. Di antara semua keramaian itu, tampak seorang anak kecil dengan seragam merah-putihnya dan ransel di pundak berlari-lari kecil menghindari air hujan. Tubuhnya yang kecil mudah sekali untuk disapu air hujan. Namun hujan yang deras, petir yang menyambar-nyambar, halilintar yang bergemuruh, itu semua tidak dihiraukannya. Ia terus berlari menuju rumahnya. “Ayah, Nadya boleh ngga ikut sama ayah?” “Ikut kemana Nadya?” “Nadya ingin jalan-jalan sama ayah, kita terbang ke awan.” “Tapi Nadya, Ayah harus ke sana. Ayah kesana dulu ya!” “Ayah.. jangan pergi.. jangan tinggalin Nadya.” “Dadah.. Nadya…” “Ayaah…” 2 Dese...