Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Cerita Cita

Aku mau jadi dokter kata sisi aku guru kata cici kata budi Katamu enak jaga loket dapat uang terus Kamu jadi apa katamu Ani mau jadi pilot aku jadi masinis kata ina Katamu enak jaga parkir suka nyuruh-nyuruh Kamu jadi apa katamu Aku jadi insinyur kata lia aku tentara eka bilang Katamu enak bikin rumah main pasir terus Kamu jadi apa katamu Sasa mau jadi pengusaha aku jadi artis kata nisa Enak penjual eskrim katamu makan eskrim sepuasnya Kamu jadi apa katamu Aku mau sekolah ke eropa kata edi aku ke jepang kata mardi Enak jaga taman bermain katamu main ayunan sepanjang waktu Kamu jadi apa katamu Lintang mau punya pabrik mobil aku pabrik pesawat kata indra Katamu enak ojeg payung hujan-hujanan tanpa dimarahin Kamu jadi apa katamu Surya mau jadi   polisi buyung mau punya hotel Katamu enak jaga warnet main game sepuasnya Kamu jadi apa katamu Kata susi mau jadi apoteker Aku guru ngaji kata Sholehah Katamu enak reparasi rumah manjat-manjat ...

Angkutan Kota

Di balik asap knalpot dan bau menggeram lapar Berembuk peluh berlomba detak jam dan jantung Berjudi bertaruh nasib Tak kenal siapa kita berdesakan Disana Di atas jalan beton yang tak bertahan lama Tinggal menunggu waktu akan keropos ia Kerjaan para korupsi jalan Disana kita Bergumul dengan keringat dengan gelisah Berharap waktu berhenti dan kembali Di bayang ada harap kosong Andai ini itu siapa tahu Saling lirik sama nasib Ini waktu punya siapa Disana kita Di tengah balok-balok angkuh Dalam balutan baja dan tangan-tangan besi Genggam kuasa di atas para tunawisma Hanya kita yang masa bodoh Peduli siapa kita punya urusan Ini waktu punya siapa Disana kita Di antara detik di antara kesempatan Di tempat penuh kejutan dan warna-warni Paling mahal di antara yang mahal Ketidakpastian Kecemasan Kegelisahan Siapa peduli? Ada orang urusan punya Bandung, 9 Februari 2015